Tampilkan postingan dengan label belanja pakaian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belanja pakaian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Februari 2010

Tips Beli Baju Online


Saat ini pasar pengguna internet makin berkembang, setidaknya ada 31 juta ip address di indonesia. Setiap harinya angka ini semakin bertambah. Penggunaan internet makin mewabah, bahkan hingga ke kota-kota kecil yang dibantu dengan adanya warnet. Bahkan hingga saat ini ada lebih dari 3 juta pengguna facebook dari indonesia. Sehingga bisa dibilang, pasar pembelian lewat internet semakin berkembang terutama yang menjual
pakaian online
Menurut yoris, konsumen tak perlu takut untuk berbelanja secara online apakah itu pakaian online atau barang lainnya, apalagi untuk pembelian yang mengharuskan pembeli membayar melalui transfer atau kartu kredit. Selama pembeli mengikuti prosedur sesuai langkah-langkah yang diharuskan, tak akan menjadi masalah.
Yoris mengakui, dirinya pernah sempat meragukan faktor keamanan toko online sehingga ia membatasi kartu kreditnya. Namun sekarang, karena sudah lebih percaya, ia membuka rekening kartu kredit tanpa limit. Namun, memang saat ini perusahaan-perusahaan di indonesia belum diperbolehkan untuk memesan barang online menggunakan pembayaran lewat kartu kredit, masih dalam aturan bank indonesia.
Berkembangnya pasar penjualan pakaian online juga terbantu berkat budaya masyarakat indonesia yang suka mendengarkan pendapat orang yang ia percayai. Misalnya, kita mencari film untuk kita tonton, kita tinggal lihat bagaimana pendapat teman-teman di facebook, apakah film tersebut layak tonton atau tidak. Hal yang sama berlaku untuk pembelian online.
Kartika indah pellapory, runner-up pertama miss indonesia 2008, pada kesempatan yang sama dengan yoris, menyatakan bahwa dirinya senang belanja pakaian online. Mahasiswa universitas pelita harapan ini sudah memasuki tahap penulisan skripsi. Karena buku-buku referensi yang diperlukan jarang ditemukan di toko setempat, indah memilih mencarinya di toko online. “belanja online aksesnya mudah, cepat, tak perlu antre lama, praktis, tak perlu jauh-jauh ke toko, dan hemat waktu. Jadi, kegiatan pun makin lancar,” tutur indah.
Meskipun demikian, mengingat pembelian online bersifat intangible (tak tersentuh), yoris menyarankan agar konsumen sudah mengetahui dengan pasti produk yang akan dibeli. Misalnya, untuk pakaian, biasanya para penjual tidak akan menjual barang dengan ukuran s, m, l saja, tetapi juga dengan ukuran panjang pakaian atau lingkar tubuhnya sehingga si pembeli bisa memastikan ukuran yang dibeli sudah pas. Karena itu, umumnya berbelanja pakaian online lebih cocok untuk pembeli yang sudah merasakan manfaatnya sehingga ia tidak segan melakukan pembelian kedua dan selanjutnya.



Female.kompas.com

Selasa, 02 Februari 2010

Belanja Pakaian "Online"? Siapa takut?



Saat ini pasar pengguna internet makin berkembang, setidaknya ada 31 juta IP address di Indonesia. Setiap harinya angka ini semakin bertambah. Penggunaan internet makin mewabah, bahkan hingga ke kota-kota kecil yang dibantu dengan adanya warnet. Bahkan hingga saat ini ada lebih dari 3 juta pengguna Facebook dari Indonesia. Sehingga bisa dibilang, pasar pembelian lewat internet semakin berkembang terutama yang menjual Pakaian Online

Menurut Yoris, konsumen tak perlu takut untuk berbelanja secara online apakah itu Pakaian Online atau barang lainnya, apalagi untuk pembelian yang mengharuskan pembeli membayar melalui transfer atau kartu kredit. Selama pembeli mengikuti prosedur sesuai langkah-langkah yang diharuskan, tak akan menjadi masalah.

Yoris mengakui, dirinya pernah sempat meragukan faktor keamanan toko online sehingga ia membatasi kartu kreditnya. Namun sekarang, karena sudah lebih percaya, ia membuka rekening kartu kredit tanpa limit. Namun, memang saat ini perusahaan-perusahaan di Indonesia belum diperbolehkan untuk memesan barang online menggunakan pembayaran lewat kartu kredit, masih dalam aturan Bank Indonesia.

Berkembangnya pasar penjualan pakaian online juga terbantu berkat budaya masyarakat Indonesia yang suka mendengarkan pendapat orang yang ia percayai. Misalnya, kita mencari film untuk kita tonton, kita tinggal lihat bagaimana pendapat teman-teman di Facebook, apakah film tersebut layak tonton atau tidak. Hal yang sama berlaku untuk pembelian online.

Kartika Indah Pellapory, runner-up pertama Miss Indonesia 2008, pada kesempatan yang sama dengan Yoris, menyatakan bahwa dirinya senang belanja pakaian online. Mahasiswa Universitas Pelita Harapan ini sudah memasuki tahap penulisan skripsi. Karena buku-buku referensi yang diperlukan jarang ditemukan di toko setempat, Indah memilih mencarinya di toko online. “Belanja online aksesnya mudah, cepat, tak perlu antre lama, praktis, tak perlu jauh-jauh ke toko, dan hemat waktu. Jadi, kegiatan pun makin lancar,” tutur Indah.

Meskipun demikian, mengingat pembelian online bersifat intangible (tak tersentuh), Yoris menyarankan agar konsumen sudah mengetahui dengan pasti produk yang akan dibeli. Misalnya, untuk pakaian, biasanya para penjual tidak akan menjual barang dengan ukuran S, M, L saja, tetapi juga dengan ukuran panjang pakaian atau lingkar tubuhnya sehingga si pembeli bisa memastikan ukuran yang dibeli sudah pas. Karena itu, umumnya berbelanja Pakaian Online lebih cocok untuk pembeli yang sudah merasakan manfaatnya sehingga ia tidak segan melakukan pembelian kedua dan selanjutnya.

female.kompas.com

Senin, 16 November 2009

Tips Belanja Pakaian Secara Online




1. Cek guestbook website penjual dan testimoni orang-orang yang sudah pernah membeli di butik online tersebut.
Hal ini sangatlah penting untuk mengecek kredibilitas penjual pakaian online murah yang sebenarnya. Setidaknya beberapa komentar pembeli lain yang puas dengan servis dan produk penjual pakaian online murah bisa memberikan kita sedikit jaminan bahwa penjual tersebut memang memiliki reputasi yang baik.

2. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai butik online tersebut.
Misalnya, butik pakaian online yang pernah direview di website atau koran tentu lebih meyakinkan. Selain itu, butik yang menggunakan host sendiri juga biasanya dapat lebih dipercaya daripada butik pakaian online yang menggunakan jasa multiply atau blogger, walaupun hal ini tidak 100% benar – banyak juga kok butik online di multiply yang sangat bagus!

3. Berhati-hatilah dalam bertransaksi.
Sebisa mungkin jangan gunakan kartu kredit anda untuk berbelanja di butik pakaian online yang baru anda temui. Informasi standar yang anda berikan pada penjual pakaian biasanya hanya nama, alamat, nomor telepon, atau mungkin nomor rekening untuk mengembalikan uang sekiranya terjadi refund. Jangan pula langsung percaya pada janji-janji manis penjual pakaian murah yang belum tentu benar.

4. Beli dalam kuantitas kecil dulu.

Jika anda belum yakin dengan kredibilitas penjual, cobalah belanja pakaian dalam kuantitas kecil dulu, sehingga anda tidak terlalu kecewa karena lapar mata dan ternyata produk yang diinginkan tidak sesuai harapan.

5. Ikuti kata hati.
Saya sering mendengar banyak orang yang akhirnya terhindar dari penipuan karena mengikuti perasaan ketika belanja pakaian online. Jika anda tidak merasa sreg dengan seorang penjual, dan melihat tanda-tanda kurang beres dari penjual pakaian murah (misalnya, konfirmasi yang sangat lambat – lebih dari 24 jam, kata-kata yang ketus, alasan dan janji buta yang kurang masuk akal, nomor rekening yang berganti-ganti, data penjual yang kurang lengkap), lebih baik anda tidak melanjutkan transaksi atau melakukan cash on delivery dengan penjual tersebut saat belanja pakaian online.

6. Cash on delivery.
Tentu saja, beberapa butik online tidak memiliki sistem cod atau sebelum belanja pakaian. Namun jika bisa, alangkah lebih baik dan aman jika anda dapat bertemu langsung dengan sang penjual dan bertransaksi. Kedua pihak ***ntungkan. Jika tidak memungkinkan, mungkin bisa bertransaksi dengan sistem dp, yang tentu saja harus berdasarkan persetujuan bersama


Http://www.butikane.com

Senin, 19 Oktober 2009

Tips Membeli Pakaian Vintage



Zaman sekarang setiap orang berlomba-lomba untuk tampil berbeda, dan busana pakaian vintage bisa jadi pilihan untuk bergaya bagi mereka yang suka gaya jadul. Ditambah lagi, pakaian vintage, juga bisa dijadikan investasi. Sifat baju vintage yang klasik dan memiliki gaya tersendiri membuat si pemakai terlihat stylish kapan pun, di masa apa pun.
Sifat busana pakaian dan busana wanita vintage juga dipengaruhi setiap dekade tahun yang memiliki gayanya tersendiri. Misal, pada tahun '50-an gaya little black dress yang dipopulerkan oleh Audrey Hepburn bisa dikenakan kapan saja, oleh wanita dengan bentuk tubuh apa pun. Atau tahun '70-an dengan gaun diskonya. Jadi, mengapa tidak mulai membeli pakaian vintage sesekali?
Kala membeli pakaian vintage, selalu utamakan kualitas. Hanya karena pakaian tersebut mengambil potongan gaya tahun '50-an, tak berarti kualitasnya menurun. busana wanita vintage sebaiknya memiliki sisi estetika tertentu sehingga membuat Anda bisa tampil unik. Jika Anda mau memastikan pakaian yang Anda beli bisa tahan lama, belilah pakaian vintage yang terbuat dari bahan katun. Ia akan terlihat lebih mahal, sekaligus tahan lama. Ketika akan membeli pakaian vintage atau pakaian bekas, carilah yang potongan dan warnanya klasik, supaya bisa dikenakan dari tahun ke tahun.

Saat membeli pakaian vintage asli (pakaian yang memang sudah lama), sisihkan waktu Anda untuk benar-benar memperhatikan barangnya. Perhatikan ukurannya, karena ukuran di zaman itu tidak sama dengan ukuran tubuh zaman sekarang. Jangan lupa untuk mencari kerusakan, misal noda di bagian ketiak. Untuk bahan kulit, coba endus sedikit baunya. Pasalnya, ada beberapa pakaian vintage yang menyisakan bau rokok mantan pemakainya.
Bau-bau semacam ini tidak bisa dihilangkan. Cek juga otentisitas pakaian tersebut. Pakaian vintage seharusnya menggunakan risleting atau kancing dari metal, bukan yang dari plastik. Ambil waktu seperlunya untuk mencek pakaian vintage, dan pastikan Anda benar-benar menyukai barang tersebut. Kalau tidak, barang itu hanya akan tersimpan di lemari Anda bertahun-tahun.

Perlu diingat, karena biasanya pakaian wanita vintage sangat langka dan sudah tidak lagi diproduksi, maka ada kemungkinan pakaian itu hanya satu-satunya. Jadi, supaya tidak sakit hati, siapkan hati untuk tidak terlalu “jatuh cinta” terhadap satu busana. Jangan memaksakan diri untuk membeli baju vintage yang lucu sekali itu hanya karena tinggal 1 padahal banyak celanya. Karena, nantinya hanya akan tergantung begitu saja di lemari Anda jika kondisinya tak prima.
Tempat terbaik untuk mencari pakaian wanita vintage adalah butik desainer yang khusus menjual pakaian vintage. Selain itu, gelaran garage sale juga bisa jadi tempat menarik untuk berburu “harta karun” di antara tumpukan baju lainnya.




http://female.kompas.com

Senin, 07 September 2009

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Belanja Pakaian

Ada satu masalah yang kerap kita hadapi saat hendak berangkat kerja. Setelah mengaduk-aduk lemari pakaian sekian lama, akhirnya kita mengeluh, "Aduh, saya tak punya baju yang layak dipakai!" Hal ini membuat pasangan Anda membelalak. Habis, koleksi pakaian Anda justru mendominasi isi lemari pakaian.

Kebiasaan berbelanja yang menggebu-gebu ini tampaknya akibat Anda latah terhadap situasi di sekeliling Anda. Baik belanja di toko biasa maupun
pakaian online. Anda ikut-ikutan kalap saat ada midnight sale, meskipun tidak benar-benar membutuhkan pakaian yang Anda lihat di sana. Setiap akhir minggu Anda punya acara rutin bersama teman-teman wanita: ke mal. Anda tak lagi sekadar menghadiri acara ini untuk bertemu teman-teman, tetapi juga belanja ini-itu yang tak perlu. Atau mungkin niatnya hanya membeli hadiah bayi tapi malah memborong hadiah untuk sendiri.


Perhatikan, apakah Anda pernah melakukan hal-hal di bawah ini:


1. Stok pakaian yang sesuai ukuran Anda tak ada lagi, lalu Anda memaksa membelinya sambil berjanji: "Saya akan berdiet supaya celana jeans ini lebih nyaman di pinggul saya." Sayang, motivasi untuk membeli pakaian itu lebih kuat daripada motivasi untuk berdiet. Akhirnya, jeans Anda simpan saja di tumpukan paling bawah supaya tidak membuat Anda merasa bersalah saat melihatnya.


2. Anda membeli sesuatu hanya karena harganya sudah didiskon, padahal Anda tak begitu menginginkannya. Mumpung murah, saya tak akan rugi-rugi amat membeli sepatu tersebut. Apalagi kalau melihat
baju impor yang didiskon, Anda seolah-olah selalu ingin membelinya.


3. Anda terdorong untuk membeli sebuah atasan karena takut atasan tersebut keburu dibeli orang lain. Padahal ada alasan mengapa tak seorang pun membelinya: atasan itu tak begitu nyaman dipakai.


4. Pencil skirt sedang ngetren saat ini, jadi saya juga harus memilikinya. Kemudian, Anda tidak pede memakainya karena tidak cocok untuk bentuk tubuh Anda.


5. Anda membeli sebuah t-shirt tanpa mencobanya, karena yakin akan pas di badan. Ternyata, bahannya menonjolkan lemak-lemak di sekujur pinggang. Itulah mengapa department store menyediakan fitting room!


www.kompas.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang