Tampilkan postingan dengan label rangka atap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rangka atap. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juni 2010

Atap baja rumah dan gedung

Jenis penutup atap apakah yang bisa digunakan pada struktur rangka baja ringan ? Mampukah rangka baja ringan menopang penutup atap genteng keramik atau genteng beton yang sangat besar beratnya? Apakah bisa rangka baja ringan menggunakan penutup atap asbes atau genteng metal ? Demikian pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul juga diantara calon pemakai rangka atap baja ringan.

Sama seperti halnya dengan rangka atap kuda-kuda kayu, struktur rangka atap baja ringan bisa dikatakan mampu dipasang menggunakan jenis genteng apapun dengan berbagai macam variasi berat genteng. Seperti yang telah disinggung pada artikel sebelumnya, perusahaan baja ringan yang berpengalaman biasanya mempunyai software khusus dalam perhitungan strukturnya termasuk juga perhitungan beban-beban rencana. Beban genteng dimana merupakan bagian dari beban rencana sudah diperhitungkan pada saat pendisainan struktur rangka atap baja ringan, jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi apabila struktur baja ringan tidak mampu menahan beban genteng yang besar ( pelanggan atau calon pengguna konstruksi baja ringan harus kritis mengenai sofware perhitungannya, dan besar beban genteng yang dipakai harus tercantum dalam gambar kerja atau gambar detail kuda-kuda ).

Apakah ada perbedaan struktur, apabila rangka atap baja ringan menggunakan atap genteng metal atau genteng beton? Tentu saja ada. Genteng metal memiliki berat yang lebih ringan apabila dibandingkan dengan genteng beton, tentu saja struktur pengaku ataupun kebutuhan profil rangka atap baja ringan apabila didesain dengan genteng metal tidak sebanyak dan setebal apabila menggunakan jenis genteng beton atau genteng keramik. Perbedaan banyaknya kebutuhan bahan dan perbedaan variasi ketebalan profil baja ringan pada kedua jenis genteng tersebut ( genteng metal dan genteng beton ), tentu saja mempengaruhi harga jual suatu konstruksi rangka atap baja ringan. Jadi merupakan hal yang wajar apabila konstruksi rangka atap baja ringan yang didesain menggunakan jenis genteng metal memiliki kecenderungan harga yang lebih murah apabila dibandingkan dengan rangka atap baja ringan yang didesain menggunakan jenis genteng beton ataupun genteng keramik ( pada bangunan atau bentuk atap yang sama ).

Rangka atap baja ringan sebagai solusi terbaik pengganti kuda-kuda kayu diharapkan dapat terus berinovasi, sehingga dapat memberikan konstribusi yang berarti dan mampu menjawab segala tantangan dunia konstruksi di Indonesia.

Sumber : rangkaatap.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Rabu, 16 September 2009

Manfaaat & Kelebihan Rangka Atap Baja Ringan

Berbeda dengan baja konvensional, baja ringan merupakan baja mutu tinggi yang memiliki sifat ringan dan tipis, namun memiliki fungsi setara baja konvensional. Baja ringan ini termasuk jenis baja yang dibentuk setelah dingin (cold form steel).

Rangka Atap Baja ringan diciptakan untuk memudahkan perakitan dan konstruksi. Meskipun tipis, baja ringan memiliki derajat kekuatan tarik yang tinggi yaitu sekitar 550 MPa, sementara baja biasa sekitar 300 MPa. Kekuatan tarik dan tegangan ini untuk mengkompensasi bentuknya yang tipis. Ketebalan baja ringan yang beredar sekarang ini berkisar dari 0,4mm - 1mm (Theodolite).

Perhitungan kuda-kuda baja ringan amat berbeda dengan kayu, yakni cenderung lebih rapat (Equipment Kitchen). Semakin besar beban yang harus dipikul, jarak kuda-kuda semakin pendek. Misalnya untuk genteng dengan bobot 40 kg/m2 jarak kuda-kuda bisa dibuat setiap 1,4m. Sementara bila bobot genteng mencapai 75kg/m2, maka jarak kuda-kuda menjadi 1,2m. Kenapa harus dipakai rangka baja ringan?

Inilah kelebihan dan kekurangannya:

Kelebihan:

* Karena bobotnya yang ringan maka dibandingkan kayu, beban yang harus ditanggung oleh struktur di bawahnya lebih rendah (jadi lebih irit strukturnya)
* Baja ringan bersifat tidak membesarkan api (non-combustible).
* Tidak bisa dimakan rayap (memangnya rayap makan baja…?.)
* Pemasangannya relatif lebih cepat apabila dibandingkan rangka kayu.
* Baja ringan nyaris tidak memiliki nilai muai dan susut, jadi tidak berubah karena panas dan dingin (itu kata aplikatornya lho).

Kekurangannya :

* Kerangka atap baja ringan tidak bisa diekspos seperti rangka kayu, sistem rangkanya yang berbentuk jaring kurang menarik bila tanpa penutup plafon.
* Karena strukturnya yang seperti jaring ini maka bila ada salah satu bagian struktur yang salah hitung ia akan menyeret bagian lainnya maksudnya jika salah satu bagian kurang memenuhi syarat keamanan, maka kegagalan bisa terjadi secara keseluruhan (biasanya perhitungan strukturnya langsung dilakukan oleh structural engineer dari aplikatornya)
* Rangka atap baja ringan tidak sefleksibel kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai profil.

yanartana.com/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang