Tampilkan postingan dengan label model tas wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label model tas wanita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Juli 2010

Kosmetik Kecantikan Organik

Saat ini produk kecantikan baik perawatan maupun kosmetik yang dibuat dari bahan organic memang sedang ngetren. Tapi bukan berarti kita lantas ikut-ikutan menggunakan produk tersebut tanpa tahu apa sebenarnya produk kecantikan organic itu.

Tanpa Bahan Kimia

Apa sebenarnya produk kosmetik organic itu? Produk kecantikan organic pada dasarnya adalah produk kecantikan baik beauty care atau perawatan kecantikan maupun kosmetik yang dibuat dari bahan-bahan alami. Jadi produk tersebut memang tidak menandung bahan atau senyawa-senyawa kimia yang notebene bisa menimbulkan efek samping merugikan bagi kulit. Seperti iritasi dan alergi bila kulitnya sensitive.

Produk kecantikan organic mengandung 70-90 persen bahan organic, sisanya nonorganik. Namun, yang harus diperhatikan tetap ada unsure tambahan tertentu yang harus diperhatikan. Misalnya, paraben, aluminium, zirconium, arsenic, cooper, lead, safoe, mercury, steroids, thallium, hexachlorophene yang menjadi pemicu munculnya kanker payudara dan berbahaya bagi kesehatan organ-organ tubuh.

Produk kecantikan organic pada dasarnya adalah produk kecantikan yang dibuat dari tumbuhan dan sumber lain yang dikembangbiakan tanpa bahan kimia. Biasanya bahan organic ini digunakan untuk beauty care, tapi tidak menutup kemungkinan digunakan untuk kosmetik dekoratif. Meski dibuat dari bahan organic tetapi yang masih perlu diingat adalah agar tidak menafsirkan bahwa produk tersebut dibuat dari buah atau sayuran organic yang banyak dijual di supermarket.

Yang perlu dipahami adalah produk kecantikan natural atau alami hanya komposisinya berbeda. Sayangnya, selama ini banyak orang yang terjebak dengan kata-kata natural. Padahal, keterangan natural atau alami saja tidak cukup. Misalnya, sebotol sampo dengan aroma buah-buahan atau herbal, belum tentu benar-benar memakai bahan natural. Yang banyak digunakan adalah bahan kimia yang memiliki aroma atau esense seperti wangi bahan alami. Karena itu disarankan agar memilih produk yang benar-benar berkomitmen dengan bahan alami atau organic.

Sumber : sweetspearls.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Minggu, 18 April 2010

Merangkai Laba dari Tas Lidi



Dari masa ke masa, tas menjadi perlengkapan tak terpisahkan bagi kaum hawa. Dalam setiap aktivitasnya, perempuan selalu menenteng barang satu ini. Jangan heran jika produsen tas juga rajin menggelontorkan model baru ke pasar.

Bahkan, untuk membuat produk ini berbeda, tak jarang produsen melakukan pelbagai inovasi. Salah satunya, membuat tas dari bahan sapu lidi. Salah satu produsennya adalah Sutarpi (Butik Tas).

Ide membuat tas dari lidi ini terbersit dui benak Sutarpi saat ia mencari bahan baku tas yang lebih murah. “Ketika krisis, saya mencari ide mendapatkan bahan baku tas yang murah,” tutur perempuan yang telah menggeluti usaha produksi tas sejak 1994 ini.

Bermodalkan duit Rp 1 juta buat membeli batang-batang lidi, sejak awal 2008, perempuan berusia 35 tahun ini mulai menjalankan produksi tas berbahan baku lidi.

Dibantu empat orang karyawan, Sutarpi merangkai batang-batang lidi menjadi sebuah tas. Tentu, batang lidi itu sebelumnya telah diwarnai agar lebih menarik. Di kawasan Wirobrajan, Yogyakarta, Sutarpi mulai memperkenalkan tas lidi buatannya itu ke masyarakat.Meski terbilang barang baru, ternyata banyak yang kecantol dengan tas lidi Sutarpi.

Dalam waktu singkat, ia bisa meraup omzet Rp 300.000 sehari dari jualan tas lidi. “Ini kan jenis baru. Jadi, banyak orang suka dengan tas lidi saya,” katanya.

Permintaan yang terus meningkat memaksa Sutarpi menambah jumlah karyawannya menjadi enam orang. Bahkan, ia kadang harus menambah jumlahnya menjadi 10 orang, jika ada pesanan dalam jumlah besar.

Sejauh ini, Sutarpi relatif tidak menemui kesulitan soal pasokan bahan baku. Sebab, selain harga lidi relatif murah, barangnya juga mudah didapat. “Saya membelinya di pasar,” ujarnya.

Bicara soal pemasaran, Sutarpi menggunakan dua cara: tradisional dan modern. Cara tradisional adalah dengan menjajakan sendiri barang dagangannya hingga menitip ke kios. Sedangkan cara modern, ia memasarkan produknya lewat dunia maya. “Tapi, selama ini, promosi lewat internet masih belum maksimal,” akunya.

Bagi Anda yang tertarik mencoba bisnis atau ingin membuka Butik Tas lidi ini, ada beberapa tip menarik dari Sutarpi.

Pertama, siapkan modal minimal Rp 1 juta buat membeli bahan baku lidi. “Perkiraan saya, uang segitu mampu memproduksi hingga 50 tas lidi per hari,” ujar Sutarpi.

Kedua, cari pekerja yang ulet dan mahir merangkai lidi menjadi tas nan apik. Maklum, membuat tas ini cukup sulit.

Ketiga, Anda harus jeli melihat selera pasar yang mudah berubah. “Makanya, sekarang saya memadukan bahan lidi dengan aksesori akar wangi, enceng gondok, dan bahan lainnya,” papar Sutarpi.

bisniskeuangan.kompas.com