Tampilkan postingan dengan label alat elektronik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat elektronik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Juli 2010

Toko Elektronik Menjual Produk Ilegal

Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko elektronik, di seberang Pasar Serpong. Dari hasil sidak, petugas menemukan sejumlah barang elektronik ilegal.

Kepala Seksi Pengawasan dan Perlindungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan, H Ferry Pacayun, mengatakan sidak ini untuk menghentikan masuknya barang-barang ilegal ke pasaran Tangsel termasuk elektronik. Selain itu, juga untuk melindungi produk dalam negeri dari serbuan produk Cina.Dari sidak tersebut, ditemukan beberapa produk Cina dengan merek dagang Sun Pro untuk lampu emergensi. Produk Cina ini tidak memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI). "Produk luar juga harus ada label SNI-nya," katanya.

Selain lampu emergensi juga ditemukan sejumlah barang elektronik ilegal lainnya. Di antaranya, barang yang tidak memiliki label SNI, tidak ada kartu garansinya, dan tidak ada petunjuk penggunaannya. Ferry menambahkan, pihaknya sebagai pembina hanya bisa memberikan teguran sebanyak tiga kali. "Kita berikan surat teguran sebanyak tiga kali, kalau masih tidak dipedulikan, akan dilaporkan langsung kepada Kementerian Perdagangan di Jakarta," katanya.

Kelemahan dalam pengawasan perdagangan barang-barang ilegal di pasaran Tangsel, lanjut Ferry, karena Tangsel belum memiliki lembaga Penyidik Pegawai Negeri Sipil-Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas (Bappebti).

"Selama ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tangsel masih mengandalkan BPPNS Bappebti Provinsi Banten. Ini karena Tangsel belum punya BPPNS Bappebti sendiri," tuturnya. Menurut Ferry, BPPNS Bappebti ini tidak hanya berfungsi untuk mengawasi kegiatan-kegiatan perdagangan ilegal di tengah masyarakat, tetapi juga bisa melakukan penyitaan barang-barang ilegal. Para pedagang yang tokonya kedapatan menjual barang-barang ilegal mengatakan akan menindaklanjuti ke masing-masing distributor.

Sumber : bataviase.co.id

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Kamis, 07 Januari 2010

Tips Cerdik Beli Alat Elektronik



ANDA berencana membeli barang-barang elektronik? Semua tempat pasti berlomba menawarkan produk dengan berbagai iming-iming. Tapi sebelum membeli, teliti dulu barang yang akan Anda pilih atau barang tersebut akan masuk ke reparasi elektronik. Berikut tips cerdik membeli barang elektronik yang bermanfaat sebelum Anda menjatuhkan keputusan membelinya:

1. Belilah alat elektronik di tempat yang menjual banyak produk. Pasar elektronik bisa jadi pilihan yang paling baik bagi Anda. Di sana Anda bisa dengan jelas membandingkan harga serta kualitas barang yang Anda perlukan. Selain itu, mungkin jika beruntung Anda bisa memperoleh barang bagus dengan harga miring. Jika Anda ingin membeli melalui informasi barang elektronik yang diiklankan di media, pilih media yang kredibel. Lebih bagus lagi jika media tersebut m,emang mengkhususkan pada informasi iklan, seperti Koran JITU.

2.Perhatikan garansi barang yang Anda beli. Sedikit banyak pastinya Anda tahu kualitas suatu barang. Pastikan garansinya masih bisa dipakai dan tersedia layanan dan tempat reparasi elektronik yang banyak cabangnya di kota anda.

3.Tak ada salahnya bertanya dan minta bantuan. Jika Anda tak begitu paham dengan barang elektronik, ada baiknya ajak teman Anda untuk membantu memilih barang yang bagus.

4.Lakukan tes sebelum Anda membawa pulang barang tersebut. Pastikan kondisi barang benar-benar bagus. Jika ada sedikit cacat, segera beritahukan terlebih dahulu kepada penjualnya (reparasi elektronik). Ini penting, agar jika sewaktu-waktu Anda komplain, Anda tidak disalahkan atas kerusakan yang bukan karena ulah Anda .

5. Untuk mendapatkan barang dengan harga yang pasti, belilah barang elektronik di toko langganan Anda atau di media yang kredibel yang memuat informasi iklan barang tersebut. Mungkin Anda juga bisa dapat potongan harga yang sesuai.

koranjitu.com

Minggu, 27 September 2009

Harga Kebutuhan Sehari-hari Naik Menjelang Lebaran

Di luar busana pakaian muslim, sejumlah produk juga menunjukkan angka peningkatan penjualan yang atraktif. Manajer Fresh and Grow Hypermart Semarang Albertur Dwi Anggoro menuturkan, sebenarnya hampir semua barang laku, tapi masing-masing mempunyai tingkat kebutuhan berbeda. Sehingga peningkatannya pun tidak sama.

Dia mencontohkan, produk perawatan kesehatan dan kecantikan, yang lebih dikenal dengan istilah ”HBC”, meningkat hampir 54,22% dibanding periode sama tahun lalu. Barang yang masuk kategori ini antara lain sabun, sampo, pelembab, bedak, dan parfum. Selain itu juga perhiasan kalung, misalnya kalung emas atau bahkan kalung biofir juga menjadi daya tarik konsumen.

Rupanya, Lebaran memang menjadi momen sakral bagi banyak kalangan. Mereka ingin tampil semenarik mungkin. Karena itulah produk kecantikan maupun kesehatan ikut terdongkrak penjualannya.

Begitu juga makanan. Produk seperti biskuit, mi, dan snack, meningkat 10%. Sedangkan untuk makanan beku atau frozen, seperti naget, kentang, sosis, dan tempura, meningkat 12,2%.

Sayuran dan buah juga meningkat 33,58%, sementara daging serta ikan tumbuh 16,5%. Catatan pertumbuhan terbesar dicapai produk minuman seperti air mineral, susu, sirup, dan minuman dalam kemasan, yang meningkat hingga 99%. Tak kalah ketinggalan peralatan dapur/equipment kitchen juga menjadi sasaran konsumen.

Menurut dia, ada beberapa strategi menghadapi ketatnya persaingan bisnis ritel. Di antaranya menawarkan program diskon, bonus, hingga pembelian dengan sistem kredit bunga ringan dan dobel diskon.

Selain itu, untuk menjaring konsumen, pihaknya juga berani memberikan jaminan harga kompetitif. Tidak kalah penting, pihaknya secara rutin melakukan promosi dan iklan melalui media massa cetak.

Cara seperti itu ternyata efektif mendongkrak penjualan. Hal itu bisa dibuktikan dari banyaknya barang promosi yang terjual dibandingkan yang tidak dipromosikan.

Menurutnya, karakter pasar bisnis ritel, secara umum selalu membutuhkan hal-hal baru dan menarik. Contohnya, karakter pasar Semarang yang kurang konsumtif perlu digencar promosi sebagai cara jitu menarik minat belanja.

http://suaramerdeka.com