Tampilkan postingan dengan label renang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Juli 2010

Olahraga Basket FreeStyler

Awalnya, olahraga basket diciptakan oleh James Naismith pada 1892, sebagai permainan di musim dingin. Kini, ciptaannya itu berkembang menjadi berbagai jenis permainan. Sebutlah three on three, atau kontes slam dunk. Terakhir berkembang pula free style basket ball. Permainan ini lebih mirip atraksi ketangkasan daripada adu kekuatan. Menurut manajer tim basket ball free style Izul Rahmat, ada tiga unsur dalam freestyle basket ball. Yaitu speed ball atau kecepatan memainkan bola, ekspresi diri, dan musik rythm and blues. Namun, jenis musik R&B bukanlah hal yang mutlak. Bisa saja musik pengiringnya dangdut. &quotKita pernah sepanggung dengan Inul, dan reaksi masyarakat cukup bagus," kata Izul. Inul yang dimaksud tak lain adalah penyanyi dangdut dan penari yang terkenal dengan goyang ngebor.

Izul menambahkan, freestyle basket ball mulai berkembang pada era 1980-an di Amerika Serikat. Tim freestyle basket ball yang terkenal di antaranya Harlem Globetrotters, yang pernah mengunjungi Indonesia beberapa tahun silam. Dalam permainan ini terdapat bermacam-macam gaya. Di antaranya street drible atau spider ball yang menekankan permainan memantulkan bola. Sementara gaya two ball adalah atraksi memainkan dua bola. Gaya lainnya adalah slighting ball, breakdance, hand roll, dan spin ball.

Izul mengatakan, permainan ini bisa dibilang masih baru di Tanah Air. Tak heran jika klub-klub freestyle basket ball pun masih bisa dihitung dengan jari. Apalagi, tak semua pemain basket bisa melakukan permainan ini. Kendati demikian, Izul mengaku, timnya sudah mempromosikan olahraga basket ini ke berbagai kota.

Sumber : liputan6.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Kamis, 10 Juni 2010

Pengalaman menarik selama di WaterBoom

Saat pertama kali kaki melangkah ke dalam area Water Boom niscaya Anda bakal merasakan hal yang sama. Suasana nyaman dan sejuk menyergap diri. Warna hijau ada di mana-mana. Rasa lelah selama perjalanan selah terbayar lunas. Hilang tak berbekas. Mendadak berganti semangat untuk menjelajahi taman rekreasi air di timur Jakarta ini.

”Sejak awal pembangunan, kami memang memilih konsep water base theme park. Basis arena rekreasi ini adalah air tapi juga diikuti dengan taman yang punya tema. Nah, temanya itu, ya taman alami bernuansa alam Bali seperti ini,” ungkap Kiki Edvy Miranda, Direktur J.O. Pasanggrahan W.B., pengelola Water Boom Lippo Cikarang.

”Paling tidak, ada suatu nilai lebih yang mereka (para tamu) dapatkan. Bisa membuat jernih pikiran dan keluar dari kepenatan rutinitas sehari-hari,” ujar wanita berparas ayu ini sambil tersenyum.Itu sebabnya, lanjut Kiki, permukaan lantai area taman ini dibuat sealami mungkin. Hanya beberapa bagian saja yang dilapis oleh plesteran semen. Selebihnya ditutupi warna hijau yang semarak. Entah itu rumput, semak atau tanaman bunga yang berkesan rimbun.

”Risikonya, kapasitas pengunjung yang bisa ditampung jadi lebih sedikit. Tapi itu nggak jadi masalah. Sebab dari awal konsep kami kan ingin mendekatkan keluarga dengan suasana alami,” ujar mantan atlet taekwondo itu.Lagipula ada tuntutan positif dari pihak pengelola kota mandiri Lippo Cikarang. Mereka ingin Water Boom dapat menjadi paru-paru kota yang nyaman.Sebetulnya Water Boom dirancang untuk mampu menampung tiga ribu orang dalam satu hari kunjungan. .Water Boom menampilkan citra taman rekreasi air bagi keluarga. Tak ada batasan umur di situ. Anak-anak bisa ikut bermain di sini tetapi harus dalam pengawasan orang tua.Bukit rimbun (hilly forest) adalah salah satu contoh wahana khusus bagi anak-anak. Bukit setinggi enam meter ini dipenuhi pepohonan teduh seperti angsana, beringin, kelapa, pisang, flamboyan Jepang, flamboyan Bali, pete cina hingga tanaman merambat seperti pakis dan sirih gading. Belum lagi ditambah dengan beragam jenis semak.”Bukit ini sengaja didesain seperti ini supaya tak memberi kesan berbahaya bagi anak-anak. Juga bisa membuat mereka berimajinasi dengan petualangan di balik hutan buatan ini,” ujar Kiki saat menemani berkeliling. Setelah menaiki bukit, anak-anak akan meluncur di atas air lewat ”prosot tebing”.

Duh, serunya!

Sumber : www.sinarharapan.co.id

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia