Minggu, 06 September 2009

Hemat Energi ala Lampu LED

Dunia semakin lama semakin panas. Sudah saatnya masyarakat sadar untuk mulai menggunakan produk-produk hemat energi dan ramah lingkungan guna mencegah terjadinya dampak global warming. Salah satunya adalah memilih lampu sebagai pencahayaan untuk ruangan.

Pengetahuan tentang lampu ramah lingkungan selama ini masih terbatas. Padahal ini dapat menjadi informasi penting bagi masyarakat guna mendukung kelestarian bumi. Salah satu brand yang concern terhadap produk ramah lingkungan adalah lampu hemat energi Megaman.


Stephen Gunawan, Direktur Megaman Indonesia menyatakan Megaman telah meluncurkan rangkaian produk LED (Light Emitting Diode) ke pasaran yang diharapkan mampu menjawab pertanyaan konsumen yang makin concern terhadap masalah energi dan lingkungan.


LED Megaman bukanlah produk baru, Lampu ini telah hadir di pasaran sejak dua tahun lalu dengan varian yang mencapai 400 jenis di antaranya general lightning, lampu sorot, lampu arsitektural, lampu
Led outdoor, dan lampu dekoratif.


Sebagai produk ramah lingkungan, LED Megamen memiliki kelebihan ketimbang lampu halogen yang beredar di pasaran. Bila daya tahan lampu halogen hanya mencapai 4.000 jam, daya tahan LED Megaman mencapai 20.000 jam. Hal itu dapat disamakan dengan pemakaian selama 6 bulan. Setaraf dengan penghematan secara signifikan dalam pemakaian listrik hampir 80 persen.


Tak ayal, produk ini pun mampu disejajarkan dengan eco product karena tidak menggunakan acid frosting dalam materialnya. Dituturkan Stephen saat Workshop Megaman, Energy Saving Lamp di Hotel Mulia, Kamis,(16/7), lampu ini dapat didaur ulang sehingga mengurangi emisi karbon dioksida yang terserap atmosfer.


Keunikan lampu LED Megaman terletak pada keberhasilan produk ini dalam hal pengendalian temperatur yang selama ini menjadi problem pada jenis LED lain. LED Megaman menawarkan penghilang panas yang luar biasa. LED Megamen menyimpan panas yang dihasilkan di dalam sehingga LED chip dapat disentuh tanpa membuat tangan pengguna terbakar.


Untuk fungsinya tentunya beragamam, dari fungsi biasa sampai fungsi lain seperti saat menjahit atau Anda ikut
kursus menjahit pada malam hari dengan menggunakan lampu LED ini objek jahitan akan jelas kelihatan.


Inovasi ini berasal dari penggunaan teknologi Thermal Conductive Highway (TCH). Teknologi ini juga mempunyai kemampuan untuk mentoleransi warna di bandingkan dengan LED brand lain sehingga dramatasi warna dan ketajaman cahaya yang dihasilkan tiga kali lipat lebih banyak dari pencahayaan dari LED lain meskipun watt yang dihasilkan lebih rendah. Penyerapan LED Megaman tergolong ringan sehingga tidak menjadikan posisi lampu miring saat dipasang.


Meski Megaman bukan brand pertama yang yang menawarkan produk ramah lingkungan, Stephen yakin produknya berbeda dengan produk sejenis di pasaran tanah air. Persamaan kualitas produk baik di luar negeri maupun dalam negeri pun boleh diadu. ”Kami tidak melakukan KW1 dan KW2 seperti yang dilakukan brand internasional lain yang masuk ke dalam negeri,”kata Stephen.


Untuk pemasaran lampu ini bisa dilakukan melalui media cetak, elektronik atau melalui media internet. Promosi atau pemasaran dengan internet alangkah lebih bagus menggunakan jasa
konsultan IT agar lebih mengenal seluk beluknya.


Dengan varian terbaru LED Megaman, Megamen membidik pasar proyek-proyek arsitek, desiner, dan electrical & mechanical engineering di Indonesia yang dianggap memiliki perawatan secara continuous terhadap pencahayaan.


http://properti.kompas.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar