Selasa, 20 Juli 2010

Nori

Production

Production and processing of nori by current methods is a highly advanced form of agriculture. The biology of Porphyra, although complicated, is well understood, and this knowledge is used to control virtually every step of the production process. Farming takes place in the sea where the Porphyra plants grow attached to nets suspended at the sea surface and where the farmers operate from boats. The plants grow rapidly, requiring about 45 days from "seeding" until the first harvest. Multiple harvests can be taken from a single seeding, typically at about ten-day intervals. Harvesting is accomplished using mechanical harvesters of a variety of configurations. Processing of raw product is mostly accomplished by highly automated machines that accurately duplicate traditional manual processing steps, but with much improved efficiency and consistency. The final product is a paper-thin, black, dried sheet of approximately 18×20 cm (7.087×7.874 in) and 3 grams in weight.

There are several grades of nori available in the United States. The most common, and least expensive, grades are imported from China, costing about six cents per sheet. At the high end, ranging up to ninety cents per sheet, are "delicate shin-nori (nori from the first of the year's several harvests) cultivated in Ariake Bay, off the island of Kyushu in Japan."Like a fine wine, nori available only in Japan can cost up to US$50 per sheet.[citation needed]

In Japan, over 600 square kilometres (230 sq. mi.) of Japanese coastal waters are given to producing 350,000 tonnes (344,470 tons), worth over a billion dollars. China produces about a third of this amount.

Use

Nori is commonly used as a wrap for sushi and onigiri. It is also a common garnish or flavoring in noodle preparations and soups. Nori is most typically toasted prior to consumption ("yaki-nori" in Japanese). A very common and popular secondary product is toasted and flavored nori ("ajitsuke-nori" in Japanese), in which a flavoring mixture (variable, but typically soy sauce, spices, and sugar in the Japanese style or sesame oil and salt in the Korean style) is applied in combination with the toasting process. Nori is also eaten by making it into a soy sauce flavored paste noritsukudani (海苔佃煮).

In addition, nori is sometimes used as a form of food decoration.

A related product, prepared from the unrelated green algae Monostroma and Enteromorpha, is called aonori (青海苔 literally blue/green nori) and is used like herbs on everyday meals like okonomiyaki and yakisoba.


Source: www.wikipedia.com


See Also: Loewy. Sushi Tei

Ramen Soup So Yummy

Ramen soup is generally made from stock based on chicken or pork, combined with a variety of ingredients such as kombu (kelp), katsuobushi (skipjack tuna flakes), niboshi (dried baby sardines), beef bones, shiitake, and onions, and then flavored with salt, miso, or soy sauce. Other styles that have emerged later on include curry ramen and other flavors.

The resulting combination is generally divided into four categories (although new and original variations often make this categorisation less clear-cut):

  • Shio ("salt") ramen is probably the oldest of the four and, like the Chinese maotang (毛湯). It is the lightest ramen, a pale, clear, yellowish broth made with plenty of salt and any combination of chicken, vegetables, fish, and seaweed. Occasionally pork bones are also used, but they are not boiled as long as they are for tonkotsu ramen, so the soup remains light and clear. Shio is generally the healthiest kind of ramen; fat content tends to be low, and fresh vegetables like cabbage, leeks, onions, and bamboo shoots typically adorn the simple soup and curly noodles. Chāshū is sometimes swapped out for lean chicken meatballs, and pickled plums and kamaboko are popular toppings as well. Noodle texture and thickness varies among shio ramen, but they are usually straight rather than curly.

  • Tonkotsu ("pork bone") ramen usually has a cloudy white colored broth. It is similar to the Chinese baitang (白 湯) and has a thick broth made from boiling pork bones, fat, and collagen over high heat for many hours, which suffuses the broth with a hearty pork flavor and a creamy consistency that rivals milk or melted butter or gravy (depending on the shop). Most shops, but not all, blend this pork broth with a small amount of chicken and vegetable stock and/or soy sauce. Currently the latest trend in tonkotsu toppings is māyu (マー油/麻油), a blackish, aromatic oil made from either charred crushed garlic or Sesame seeds. The noodles are thin and straight. It is a specialty of Kyūshū and is often served with beni shoga (pickled ginger).

  • Shōyu ramen typically has a brown and clear color broth, based on a chicken and vegetable (or sometimes fish or beef) stock with plenty of soy sauce added resulting in a soup that’s tangy, salty, and savory yet still fairly light on the palate. Shōyu ramen usually has curly noodles rather than straight ones, but this is not always the case. It is often adorned with marinated bamboo shoots or menma (麺媽), green onions, kamaboko (fish cakes), nori (seaweed), boiled eggs, bean sprouts and/or black pepper; occasionally the soup will also contain chili oil or Chinese spices, and some shops serve sliced beef instead of the usual chāshū.

  • Miso ramen is a relative newcomer, having reached national prominence around 1965. This uniquely Japanese ramen, which was developed in Hokkaidō, features a broth that combines copious amounts of miso and is blended with oily chicken or fish broth – and sometimes with tonkotsu or lard – to create a thick, nutty, slightly sweet and very hearty soup. Miso ramen broth tends to have a robust, tangy flavor, so it stands up to a variety flavorful toppings: spicy bean paste or tōbanjan (豆瓣醤), butter and corn, leeks, onions, bean sprouts, ground pork, cabbage, sesame seeds, white pepper, and chopped garlic are common. The noodles are typically thick, curly, and slightly chewy.

Source: www.wikipedia.com


See also: wine

Senin, 19 Juli 2010

Makanan Pokok Masyarakat Eropa

Kentang dikenal sebagai bahan makanan pokok masyarakat Eropa. Dibalik ketenaran kentang ternyata dapat digunakan sebagai terapi gangguan saluran cerna yang sering diderita banyak manusia di dunia. Beberapa penelitian pendahuluan telah menunjukkan hal tersebut.

Sistem pengobatan naturopati memperkenalkan jus kentang sebagai terapi untuk mengatasi gangguan pencernaan, termasuk asam lambung. Kentang mengandung banyak vitamin dan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Studi yang dilakukan terhadap 10 orang penderita gangguaan pencernaan kronis membuktikan hal itu. Delapan orang menyatakan kondisinya membaik setelah mengonsumsi segelas jus kentang sehari selama satu pekan.

Penelitian serupa dilakukan empat universitas di Jerman dan Australia. Mayoritas penderita gangguan pencernaan sembuh setelah melakukan terapi jus kentang selama 12 pekan. Mereka mengonsumsi 100 mililiter jus kentang setengah jam menjelang sarapan dan sebelum tidur malam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sayur dengan nama latin potato solanum tuberosum itu mengandung zat alkaloid yang berfungsi sebagai penetral asam. Dalam penelitian lanjutan, kentang juga bermanfaat untuk mencegah penyakit ginjal, jantung dan penyebaran sel kanker.

Konsumsilah jus kentang dalam takaran yang wajar agar memperoleh manfaatnya. Hindari mengolah daging kentang yang masih muda atau berwarna kehijauan, karena mengandung racun solanin yang dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. Hindari juga memasukkan tunas-tunas kentang yang menempel ke dalam olahan jus.

Sumber: http://bit.ly/bPWPid


Lihat juga: Tamani, Marzano

Informasi Jual Beli Ilegal

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pengawasan penjualan produk ilegal oleh instansi terkait masih lemah karena terbukti masih banyak ditemukan transaksi jual beli produk tanpa izin edar di pasaran.

Ketua YLKI Jambi, Warasdi di Jambi, Minggu mengatakan selain lemahnya pengawasan, juga masih banyaknya pemilik dan pelaku pasar, baik tradisional maupun modern tentang larangan menjual produk ilegal

Dalam aturannya, produk impor yang masuk ke Indonesia lebih dulu harus diperiksa dan diuji di laboratorium, dan bila lolos uji baru boleh beredar ditandai dengan stiker SNI dan nomor seri yang ditempelkan pada tiap produk tersebut, sementara bagi produk dalam negeri sebelum beredar lebih dulu diuji, tetapi bila lolos uji tanda SNI harus dicetak timbul, dan disertai nomor seri.

YLKI ke depan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait akan gencar memberikan pemahaman tentang larangan transaksi jual beli produk ilegal baik pada pasar modern maupun pada toko atau pedagang pengecer.Langkah awal pemilik dan pengelola pasar diberi pemahaman, ditindaklanjuti dengan penerapan untuk tidak memasarkan produk ilegal yang merugikan konsumen tersebut.

Pemahaman berbagai produk layak dibeli untuk dipakai dan dikonsumsi juga harus diberikan kepada masyarakat, supaya lebih kritis dan selektif memilih produk yang akan dibelinya.Ia optimistis, bila pengelola pasar dan masyarakat sudah memahami jenis produk legal dan ilegal, maka produk industri ilegal itu tidak akan laku dan diterima pasar.

Banyak cara dilakukan perusahaan untuk mengelabui masyarakat dan pemerintah untuk meraih keuntungan, namun bila pengelola pasar memahami dan tidak menerima produk tersebut, dengan sendirinya produk tersebut tidak laku dan akhirnya melakukan perbaikan secara legal

Sumber : kapanlagi.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Jumat, 16 Juli 2010

Sejarah Makanan Meksiko

Alih Bahasa: Ratih

Saat para penjajah tiba di pusat kota suku Aztec (sekarang Kota Meksiko) mereka menemukan bahwa masyarakat disana melakukan diet dengan mengkonsumsi makanan serba jagung. Jagung-jagung ini diolah dengan cabai dan aneka bumbu yang dilengkapi dengan kacang-kacangan, tomat atau nopales. Makanan diet orang Meksiko asli ialah coklat, vanila, alpukat, buah jambu, pepaya, sapote, jicama, squash, kentang manis, mamey, nanas, sup, kacang, achiote, huitlacoche, kalkun dan ikan. Pada tahun 1520-an, Orang Spanyol yang menginvasi Meksiko memperkenalkan berbagai jenis hewan ternak seperti unggas, ayam, kambing, domba, dan babi. Lalu beras, gandum dan selai bersaman dengan minyak zaitun, anggur, kacang almond, dan banyak lagi bumbu. Masakan khas Spanyol disesuaikan dengan masakan asli suku Aztec sehingga muncullah jenis makanan baru, yaitu makanan Meksiko .

Source: www.wikipedia.com

See also: Tamani, Marzano

Tips Belajar Fotografi Ortodidak

Mengikuti kursus fotografi memang memerlukan modal, minimal ya kameranya baik digital maupun manual, punya sendiri atau pinjeman . Selain itu modal ilmunya juga wajib dipunyai jika ingin menghasilkan kualitas gambar yang bukan amatiran. Cari punya cari ternyata Majalah Fotografi The Light Magazine diterbitkan FREE dalam format .pdf ( langsung download sendiri ).

Nah ga cukup sampai di sini perjalanan pembelajarannya, karena kata mentor fotografi saya, dengan banyak latihan maka hasilnya akan semakin profesional walaupun saya hanya menggunakan kamera saku sekalipun.

Nanti di sana kita semua akan dapat pembelajaran dari yang sudah senior di bidang ini lho dan kalau diikuti terus nantinya akan menghasilkan gambar yang berkualitas lho !!!Pada dasarnya sama seperti belajar ilmu-ilmu yang lain , perlu pengetahuan dasar lalu praktek . Porsi praktek harus lebih banyak dibanding porsi untuk mempelajari teori teknisnya . Dan dua-duanya sebaiknya dijalani secara paralel . Baca praktek baca praktek baca praktek baca …

Apa yang harus dipelajari ? Secara garis besar , menurut saya sih cuman dua . Teknis dan Komposisi

Teknis dan Komposisi ! kedua-duanya dibutuhkan untuk menghasilkan foto yang berkualitas . IMHO , pengetahuan akan komposisi lebih penting karena tidak akan pernah habis ide-ide untuk menghasilkan foto yang unik / berkualitas . Lain halnya pengetahuan teknis . Bisa mentog atau habis , bisa didapat dari User Manual atau mengikuti materi kursus fotografi . Penguasaan komposisi tidak mungkin diperoleh kecuali dari latihan jepret terus menerus . Melatih mata untuk melihat momen yang ada , menunggu waktu yang tepat , mem-visualisasi-kan target akhir yang kita inginkan dsb .

Namun pengetahuan teknis juga hendaknya tidak ditinggalkan . Istilahnya kita belajar mobil kita sudah tahu teorinya sehingga ketika berkendaraan sudah pakai feel , tinggal jalan. Begitupun dengan penggunaan kamera . Ketika momen bagus itu datang , jangan sampai hasilnya tdk optimal gara-gara setting kamera yang salah

Sumber : bebexbiroe.blogspot.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Mempelajari Tehnik Seni Lukis Abstrak

Apa Itu Abstrak?

Kata abstrak mengandung pengertian ringkasan, inti, tidak berwujud, mujarad, niskala. Dalam kaitan dengan cipta seni, kata abstrak menunjuk kepada wujud yang tidak realis atau natural (non objective, non representational). Bentuk abstrak adalah bentuk yang tidak menampilkan rupa yang kita kenali sebagai rupa benda atau objek yang kita lihat dalam kenyataan sehari-hari. Bentuk abstrak adalah bentuk imajinasi seniman. Bentuk abstrak dapat terjadi dari olahan seniman dalam mencari esensi bentuk objeknya "abstraction; the essential from an object a process in which the artist focusses on an exaggerats the forms of objects for aesthetics and expressive purpose"? demikian dikatakan Rathus.

Oleh karena itu bentuk abstrak adalah bentuk olahan, bentuk imajinatif seniman, maka wujudnya menjadi unik, karena bentuk itu tidak pernah kita kenal selama ini. Bentuk yang tidak pernah ditemukan di atas bumi ini.

Salahseorang tokoh seni lukis abstrak yang terkenal di dunia adalah Picasso. Picasso mengolah bentuk alam menjadi kubus-kubus sebagai esensi bentuk. Oleh karena itu Picasso dikenal sebagai pelopor aliran kibisme. Salah satu lukisan Picasso yang terkenal adalah Guernica, yang sekarang dikoleksi Museum of Modern Art New York. .

Proses Abstraksi.

Abstraksi adalah suatu proses. Tidak mungkin suatu bentuk abstrak datang begitu saja tanpa proses abstraksi.Mengabtraksi dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan menggambarkan bentuk alamnya terlebih dahulu. Bentuk alam itu harus dipahami sampai bentuk detailnya dan termasuk karakter bentuk itu. Selanjutnya dilakukan penyederhanaan bentuk, dengan menghilangkan bagian-bagian yang tidak perlu. Proses penyederhanaan bentuk itu dilakukan beberapa tahap sampai dicapai esensi bentuk yang diinginkan. Akhirnya yang dilukiskan adalah esensi bentuk itu. Bentuk yang tampil adakalanya masih dapat diterka dan adakalanya tidak. Wujud bentuk yang tidak dapat lagi diterka itu disebabkan proses abstraksi yang sudah sangat ekstrim dan jauh menyimpang (mislead) dari bentuk naturalnya dalam seni lukis.

Sumber : bebexbiroe.blogspot.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia