Rabu, 04 Agustus 2010

Jenis Sepatu Wanita Saat Ini

Setiap muncul model sepatu terbaru atau yang terlihat menarik, wanita selalu ingin memilikinya. Namun sebelum memutuskan untuk membeli, ada baiknya mengenal setiap jenis sepatu wanita agar tahu mana yang paling cocok untuk mengisi lemari sepatu anda. Tentunya tidak hanya sekedar dikoleksi, tapi dapat anda gunakan dengan maksimal sesuai dengan momen dan fungsinya.

Stiletto

Stiletto adalah sepatu berhak tinggi lebih dari 9cm dengan bentuk hak yang ramping dan tipis dan bagian depan sepatunya pun ramping.

Platform

Ciri dari sepatu platform adalah baik hak sepatu maupun sol sepatu keduanya sangat tebal, sehingga mampu menunjang tinggi badan pemakainya .

Wedges

Wedges adalah sepatu berhak tinggi dengan bagian antara hak belakang sampai sol bagian depan tersambung menjadi satu.

Boots

Sepatu yang menutupi seluruh mata kaki, dengan tinggi yang bervariasi mulai dari ankle boots yang menutupi ankle sampai thigh highs boot yang menutupi setinggi paha.

Peep-Toe

Sepatu peep toe memiliki bagian depan yang sedikit terbuka sehingga memperlihatkan bagian jari kaki.

D’Orsay

Yaitu jenis sepatu dengan bagian depan dan bagian tumit tertutup, namun bagian tengah terbuka mulai dari pangkal jari hingga mendekati tumit.

Jenis sepatu dengan bentuk ujung bagian depan yang membulat dan tidak lancip.

Ballerina Flats

Ini adalah sepatu wanita tanpa hak yang memiliki sol datar bermodel round toe mirip sepatu balet.

Loafers

Loafer adalah sepatu berhak datar tanpa tali dengan bagian depan yang tertutup. Biasanya terbuat dari bahan kulit dengan aksen gesper, rumbai, atau coin holder.

Mocassin

Bentuknya hampir serupa dengan loafers, yaitu sepatu tanpa hak dengan bahan sepatu yang fleksibel menyerupai sepatu yang digunakan suku Indian di Amerika.

Espadrilles

Espadrilles adalah sepatu dari bahan kanvas yang memiliki sol dengan hak tebal atau sedang. Biasanya terbuat dari bahan karet atau tali tambang yang fleksibel.

Clog

Clog adalah sepatu wanita yang memiliki hak tebal dan biasanya terbuat dari kayu.

Sport shoes

Hampir mirip dengan sepatu sport untuk pria, namun menggunakan variasi dan kombinasi warna yang lebih feminim.

Sneakers

Sneakers merupakan sepatu bergaya sportif dengan tali atau bermodel strap on. Bentuknya lebih simple daripada sport shoes dan sol nya terbuat dari karet atau material yang tidak keras, sehingga nyaman untuk digunakan.

Sumber divadivo.net

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Imac Terbaru Dari Apple

Semakin ke depan, nampaknya Apple semakin inovatif dalam membuat mahakarya mereka. iMac komputer terbaru kini telah beredar di pasaran. Berbalut full aluminium, produk ini tersedia dalam dua pilihan: 21,5 inchi dan 27 inchi. Dibanding produk pertamanya di tahun 1998, iMac baru ini terlihat sangat ringkas tanpa kabel yang menjulur kemana-mana. Tentu saja, karena perangkatnya hanya dua itu tadi: keyboard dan mouse.Dibanding seri terdahulu, keyboard iMac baru ini terasa simpel, ringan dan tidak ribet. Walau kecil, keyboard ini berukuran full-size, tanpa tombol numerik di sisi kanan yang melebar. Apple sendiri mengklaim ukuran keyboard ini 24 persen lebih kecil dari versi terdahulu.Begitu iMac telah login, keyboard berbalut aluminium ini langsung terdeteksi dengan baik, tanpa ada konfigurasi yang ribet. Dengan LCD ekstra lega dan kualitas suara yang mumpuni, iMac baru ini juga cocok untuk diletakkan di ruang keluarga, untuk menikmati film-film dari DVD terbaru. Sayang iMac baru ini belum memiliki Blu-Ray.

Spesifikasi:

Prosesor : Intel Core 2 Duo 3.06 Ghz

RAM : 4 GB / 16 GB (max)

GPU : ATI Radeon HD 4670 / 256MB

Storage : 1 TB

DVD Speed (R/W) : 24x (CD), 8x (DVD)

Monitor : 27 inchi (2560 x 1440)

Konektivitas : LAN, WiFi, Bluetooth, Mini Display port, FireWire 9 pin, SD card reader, jack audio

OS : Apple Mac OS X 10.6

Software : Front Row , Apple iCal , Apple iChat , Photo Booth , Apple Safari , Apple Spaces , Apple iTunes , Apple Dashboard , Apple QuickTime , Apple Spotlight , Apple iLife '09 , Apple DVD Player , Apple Quick Look , Apple Address Book , Apple Time Machine , Apple Mac OS X Mail , Apple XCode Developer Tools.

Nilai Benchmark (Xbench 1.3) : 186,36

iMac baru ini secara umum adalah lebih besar dan ringkas dari versi sebelumnya. Ringkas dalam artian tidak banyak kabel yang berseliweran kemana-mana. Pengguna yang berminat bisa memboyong iMac baru ini mulai Rp 17.999.000 hingga Rp. 21.999.000.

Sumber detiknet

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Japanese Drinks

Aojiru (青汁?) is a Japanese vegetable drink most commonly made from kale. The drink is also known as green drink or green juice in English, a direct translation of the Japanese meaning. (In modern Japanese, the character ao means "blue", but it is commonly still used in older contexts to refer to green vegetation.)

Aojiru was developed in October 1943 by Dr. Niro Endo (遠藤仁郎, Endō Nirō?), an army doctor who experimented with juices extracted from the discarded leaves of various vegetables in an attempt to supplement his family's meager wartime diet. He credited the cure of his son from pneumonia and of his wife from nephritis to aojiru, and in 1949 concluded that kale was the best ingredient for his juice.

Aojiru was popularized in 1983 by Q'SAI (キューサイ?), who started marketing 100% kale aojiru in powdered form as a dietary supplement, and sales boomed after 2000 when cosmetics giant Fancl started mass retailing of the juice. Today, many Japanese companies manufacture aojiru, usually using kale, young barley or komatsuna leaves as the base of the drink, and the size of the aojiru market was well over $500 million in 2005.

The taste of aojiru is famously unpleasant, so much so that drinking a glass of the liquid is a common punishment on Japanese TV game shows. However, new formulations of aojiru have attempted to minimize the bitter taste of the original.

Source: www.wikipedia.com

See also: restoran, makanan, minuman



Selasa, 03 Agustus 2010

Ice cream in US

United States

In the United States, ice cream made with just cream, sugar, and a flavouring (usually fruit) is sometimes referred to as "Philadelphia style"ice cream. Ice creams made with eggs, usually in the form of frozen custards, are sometimes called "French" ice creams or traditional ice cream.

American federal labeling standards require ice cream to contain a minimum of 10% milk fat (about 7 grams (g) of fat per 1/2 cup [120 mL] serving), 20% total milk solids by weight, to weigh no less than 4.5 pounds per gallon (in order to prevent consumer fraud by replacing ingredients with air), and to contain less than 1.4% egg yolk solids. Federal government regulations pertaining to the process of making ice cream, allowable ingredients, and standards, may be found in Part 135 of Title 21 of the Code of Federal Regulations.

Ice cream is an extremely popular dessert in the United States. Americans consume about 15 quarts (more than 13 liters) of ice cream per person per year — the most in the world. As a foodstuff it is deeply ingrained into the American psyche and has been available in America since its founding in 1776: there are records of Thomas Jefferson serving it as a then-expensive treat to guests at his home in Monticello. In American supermarkets it is not uncommon for ice cream and related products to take up a wall full of freezers.

Although chocolate, vanilla, and strawberry are the traditional favorite flavors of ice cream, and once enjoyed roughly equal popularity, vanilla has grown to be far and away the most popular, most likely because of its use as a topping for fruit based pies and its use as the key ingredient for milkshakes. According to the International Ice Cream Association (1994), supermarket sales of ice cream break down as follows: vanilla, 28%; fruit flavours, 15%; nut flavours, 13.5%; candy mix-in flavours, 12.5%; chocolate, 8%; cake and cookie flavours, 7.5%; Neapolitan, 7%; and coffee/mocha, 3%. Other flavours combine for 5.5%. Sales in ice cream parlors are more variable, as new flavours come and go, but about three times as many people call vanilla their favorite than chocolate, the runner-up.

Source: www.wikipedia.com

See also: cake, Tamani

Senin, 02 Agustus 2010

Toko Sepatu Online Mempermdah Transaksi

Saat ini sudah banyak bermunculan toko sepatu murah yang berjualan secara online, yang sebelumnya didominasi oleh toko-toko tradisional yang banyak bertebaran di pasar-pasar dan pinggir jalan. Pertanyaannya apakah kelebihan dan kekurangan dari masing-masing toko ini, lebih banyak kelebihan atau kekurangannya jika dibandingkan.

Bagi bro & sis yang sedang cari sepatu, pasti sering timbul pertanyaan lebih pilih mana antara belanja di toko sepatu online atau belanja ke toko tradisional alias toko yang berjualan di pasar dan pinggir jalan. Mari kita bahas apa kelebihan dan kekurangan masing2 jenis toko tsb.

Beberapa Kelebihan toko sepatu murah yang berjualan online jika dibandingkan dengan toko fisik:

* Hemat Waktu – bagi para seller yang jual sepatu online, ini adalah kelebihan utama mengingat kondisi lalu lintas di kota besar indonesia yang sangat macet. Waktu yang di hemat bs dimanfaatkan utk hal-hal yg lebih berguna seperti olahraga, cengkerama dengan anak dan keluarga.

* Mudah di Jangkau – bagi agan-agan dimana toko sepatu tradisional tidak tersedia di sekitar tempat tinggalnya, maka acara beli sepatu murah jauh lebih mudah dan terjangkau.

* Lebih Murah – karena tidak perlu biaya operasional sewa toko, renovasi, listrik, pegawai dll, maka biasanya harga yang ditawarkan cenderung jauh lebih murah.

Sebagian kekurangan dari penjualan sepatu secara online, salah satunya yaitu kecocokan dan ukuran sepatu akankah pas dikaki? Sebetulnya ukuran sepatu itu sudah standard, hanya sebagian kecil dari sepatu yang memiliki ukuran tidak standard, jadi harusnya tidak jadi masalah. Walaupun kadang ukuran bisa tidak cocok, sebagian besar seller tidak keberatan utk menukar ukuran sepatu.

Sejauh ini tampaknya memang toko sepatu murah online memiliki lebih banyak kelebihan dibandingkan toko tradisional, jadi semua kembali lagi ke pribadi bro & sis masing-masing, sesuai dengan tingkat kenyamanan dan kebiasaan berbelanja

Sumber tokosepatumurah.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Usaha Bengkel Las

Setiap tahun bertambah penduduk Indonesia rata-rata pertahun 2,7 juta jiwa berarti minimal butuh rumah setiap rumah jika terjadi perkimpoian 1 ,3 juta unit rumah. Berdasarkan angka tersebut banyak bisnis yang dapat dikembangkan di Indonesia baik skala besar maupun skala kecil.Bisnis skala kecil misal nya tentang bengkel las, mungkin pembaca akan bertanya hubungan apa bengkel las dengan pertumbuhan penduduk, jumlah penduduk dan jumlah kebutuhan rumah pertahun ?. Mungkin itu pertanyaan yang sangat menarik untuk dibahas atau didiskusikan mengapa ?.

Bengkel las bisa maju pasti karena ada pembeli bukan?, nah pembeli salah satunya adalah mereka para pemilik rumah, bagi mereka yang membangun rumah baru tentunya butuh pagar, teralis, kanopi sedangkan mereka yang telah mempunyai rumah membutuhkan pergantian atau renovasi pagar, renovasi teralis yang sudah bosan dengan model lama.

Agar pagar dan teralis yang dijual atau yang di las pagar, teralis bukan hanya sekedar berfungsi sebagai alat pengamanan juga harus lebih arstistik, menarik, maka tukang bengkel las harus inovatif. Sering mengikuti perkembangan model, karena model sangat tergantung pada waktu, suatu waktu model pagar yang memenag tinggi, diwaktu yang lain pagar tidak perlu tinggi, demikian motifnya, kembangnya, ukirannya, frofilnya dan sebagainya sangat menentukan para pelanggan untuk selalu berlangganan dengan kita.Untuk memperbanyak langganan atau konsumen yang jangan dilupakan adalah faktor pemasarannya, agar langganan (customer) tidak berpaling kepada bengkel lain.

Para pembaca bertanya berapa kira-kira butuh dana untuk dapat menjalankan usaha dalam bidang perbengkelan, untuk hal tersebut tabloid kontan pernah merelis simulasi dan para pembaca juga dapat membuat simulasi sendiri modal dan biaya yang dibutuhkan untuk dapat berusaha dibidang itu.

Simulasi yang pernah dirilis oleh tabloid kontan edisi khusus Juni adalah investasi awal adalah sebesar Rp. 25.000.000,- yang digunakan alat-alat dan sewa tempat, dengan asumsi pemasukan perbulan Rp. 50.000.000 dari jasa las. sedangkan asumsi pengeluaran per bulan lebih kurang Rp. 48.000.000,- yang digunakan untuk gaji karyawan untuk 5 orang sebesar Rp. 6.000.000, air,listrik,telepon dll Rp.500.000,- belanja bahan baku Rp. 41.500.000 . Laba bersih perbulan adalah Rp.2 juta rupiah sedangkan balik modal dalam jangka waktu 10 bulan (Rp.20.000.000:Rp.2 Juta/bulan=10 bulan)

Sumber : kaskus.us

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Words of Cafe

A café or coffee shop is an informal restaurant with full-service tables and counters and broad menu offerings over extended periods of the day. In hotels, the coffee shop is a more popular-priced alternative to the formal dining room. Coffee shops often encourage families and provide special menus for children. To establish a family-friendly atmosphere, in many localities they do not serve wine and beer.

Notes

The most common English spelling, café, is the French spelling, and was adopted by English-speaking countries in the late 19th century. As English generally makes little use of diacritical marks, anglicisation includes a tendency to omit them, especially in less pretentious contexts. Thus the spelling cafe has thus become very common in English-language usage throughout the world, especially for the less pretentious, ie "greasy spoon" variety (although orthographic proscriptivists often disapprove of it). The Italian spelling, caffè, is also sometimes used in English. In southern England, especially around London in the 1950s, the French pronunciation was often facetiously altered to /ˈkæf/ and spelt caff.

The English words coffee and café both descend from the continental European translingual word root /kafe/, which appears in many European languages with various naturalized spellings, including Italian (caffè); Portuguese and Spanish (café); French (café); German (Kaffee); Polish (kawa); Ukrainian (кава, 'kava'); and others. European awareness of coffee (the plant, its seeds, the beverage made from the seeds, and the shops that sell the beverage) came through Europeans' contact with Turkey, and the Europeans borrowed both the beverage and the word root from the Turks, who got them from the Arabs. The Arabic name qahwa (قهوة) was transformed into kaweh (strength, vigor) in the Ottoman Empire, and it spread from there to Europe, probably first through the Mediterranean languages (Italian, Spanish, French, Catalan, etc.) and thence to German, English, and others, though there is another well-based theory that it first spread to Europe through Poland and Ukraine, through their contacts with the Ottoman Empire.

Source: www.wikipedia.com

See also: ice cream, sate